Jesus (Alaihissalam) & The Davinci Code

Barangkali diantara kita ada yang pernah mendengar atau membaca novel The Da Vinci Code. Novel yang kali pertama terbit di tahun 2003 ini menuai banyak konrtoversi dan kecaman. Mengapa ide cerita yang diangkat oleh penulisnya, Dan Brown, menuai banyak kecaman dan kritikan? Disarikan dari artikel yang ditulis oleh Dr. Muzammil H. Siddiqi (1) , Kami akan mengetengahkan isu-isu keyakinan yang terdapat dalam novel ini serta menghadirkan isu-isu yang sama dalam perspektif Islam.

Ramuan fakta sejarah dan fiksi

Layaknya sebuah novel, The Da Vinci Code menghadirkan rangkaian cerita yang menghanyutkan pembacanya dalam misteri pemecahan teka-teki dibalik pembunuhan seorang kurator terkenal Jacques Saunière dari Museum Louvre di Paris. Saunière terbunuh dalam kondisi tanpa busana di Louvre dan posisi seperti gambar Vitruvian Man (2)  karya Leonardo Da Vinci dengan suatu pesan acak (cryptic) yang tertulis di samping tubuhnya serta sebuah pentagram tergambar di perutnya dengan darahnya sendiri. Kemudian muncul tokoh lain, Robert Langdon, seorang professor “Simbologi Agama” di Universitas Harvard yang ikut terseret dalam kasus ini lantaran namanya disebut dalam pesan Saunière. Selanjutnya, berbekal keahliannya dan ditemani seorang cucu Saunière, Langdon berjibaku membuka satu demi satu tabir yang menyelimuti pembunuhan Saunière lewat pesan yang ditulisnya.

Meskipun tergolong karya sastra non ilmiah, penulisnya mengklaim bahwa semua deskripsi karya seni, arsitektur, dokumen, dan ritus rahasia dalam novel ini adalah akurat berdasarkan fakta sejarah.

Masalah Keyakinan

Novel yang sudah terjual lebih dari 60 juta kopi (3) di seluruh dunia ini menggabungkan gaya detektif, thriller dan teori konspirasi. Novel ini telah sukses mempulerkan teori-teori tentang legenda Cawan Suci (Holy Grail) dan peran Maria Magdalena dalam sejarah Kristen – teori-teori yang oleh penganut Kristen dianggap sebagai ajaran sesat (4). Teori-teori inilah yang mengantarkan Saunière pada kematiannya.

Dari sisi alur cerita, tersurat bahwa Gereja Katolik telah terlibat dalam konspirasi untuk menutupi cerita Yesus yang sebenarnya. Hal ini menyiratkan bahwa Vatikan dengan sadar mengetahui sedang hidup dalam kepalsuan, tetapi menyembunyikannya demi menjaga kekuasaan.

Holy Grail dan Pernikahan dengan Maria Magdalena

Di dalam mitologi Kristen, Holy Grail adalah sejenis wadah atau cawan yang digunakan untuk menampung darah Yesus selama disalib. Darah dalam cawan ini diyakini dapat menyembuhkan semua penyakit (5). Dan Brown mencoba mematahkan mitologi yang umum diyakini oleh kebanyakan penganut Kristen ini dengan memunculkan ide bahwa yang dimaksud Holy Grail adalah anak keturunan (garis darah) Yesus yang masih hidup sampai saat ini dari buah pernikahannya dengan Maria Magdalena.

Isu adanya pernikahan Yesus dengan Maria Magdalena dan pemahaman baru tentang Holy Grail sebenarnya bukan hal baru. Disinyalir penulis menisbatkannya dengan sebuah paham Gnostisisme (6) yang dipertegas dengan penemuan injil kuno di daerah Nag Hammadi, Mesir pada tahun 1945. Di dalam injil yang sebagian teksnya sudah hilang ini disebutkan bahwa Yesus menyayangi Maria Magdalena lebih dibandingkan muridnya yang lain. Sampai-sampai murid-muridnya bertanya:”Kenapa Engkau menyayanginya lebih dari kami semua?” Yesus menjawab:”Kenapa saya tidak menyayanginya? Ketika seorang yang buta dan orang yang dapat melihat bersama-sama berada dalam kegelapan, maka tidak ada perbedaan diantara keduanya. Akan tetapi ketika ada cahaya maka orang yang dapat melihat, akan melihat cahaya itu sedangkan orang yang buta akan tetap berada dalam kegelapan.” (7)

Sebagai seorang muslim, kita percaya kepada semua nabi dan rosul yang diutus oleh Alloh. Kita menghormati dan memuliakan mereka tanpa ada perbedaan. Kita yakin bahwa semua Nabi mengajarkan Tauhid (mengesakan Alloh) dan semua nabi mengajak umat manusia untuk menyembah Alloh saja dan beramal sholeh. Demikian halnya dengan Yesus.

Di dalam Al-Qur’an, Yesus adalah Isa-alaihissalam. Beliau juga dikenal sebagai Al-Masih (The Mesiah) dan Ibn Maryam (putra Maryam). Beliau memiliki banyak nama mulia dan sebutan lainnya di dalam Al-Quran. Setiap muslim mengimaninya, memuliakannya dan mencintainya. Ibundanya Maryam juga sangat dihormati, dicintai dan dimuliakan. Telah terjadi perselisihan hebat di seluruh dunia terhadap novel Dan Brown, The Da Vinci Code. Banyak penganut Kristen, khususnya Katolik, meresponnya dengan kemarahan.

Hal positif dari novel ini adalah bahwa pada 4 abad pertama Yesus hanya dikenal sebagai utusan Tuhan dan bukan Tuhan. Baru setelah tahun 325 M, Kerajaan Konstantin dan beberapa Uskup merubah ajaran Yesus yang sebenarnya.

Kemudian novel ini juga mengatakan bahwa Yesus menikahi salah satu muridnya yang bernama Maria Magdalena dan memiliki anak keturunan yang masih hidup sampai saat ini. Meskipun Al-Quran tidak menyatakan apapun tentang pernikahan Yesus, istrinya ataupun anaknya (tidak juga dalam perjanjian baru), dari sudut pandang Islam tidak ada yang salah jika Yesus menikah dan memiliki anak. Alloh berfirman dalam Al-Quran:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلاً مِن قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rosul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan. (QS. Ar Ro’d:38)

Bagi umat Kristen mengatakan Yesus menikah berimplikasi bahwa Yesus bukanlah Tuhan. Meskipun mereka berkeyakinan bahwa Yesus adalah anak Tuhan, tetapi Yesus tidak bisa (tidak masuk akal) memiliki anak. Dalam keyakinan kita sebagai seorang muslim, meskipun Yesus tidak menikah bukan berarti ia adalah Tuhan. Nabi Yahya misalnya, meskipun ia tidak menikah tetapi tidak ada yang menganggapnya sebagai Tuhan.

Selibat (membujang) tidak berarti pelakunya secara otomatis menjadi orang suci. Meskipun sekiranya Yesus menikah, hal ini tidak melucuti kemuliaannya karena ada banyak Nabi yang datang sebelum dan sesudahnya menikah dan memiliki keturunan. Terjadi penomena menarik akhir-akhir ini dimana ada penulis-penulis Kristen yang juga mengatakan bahwa Yesus tidak disalib dan juga tidak pernah mengklaim dirinya anak Tuhan. Ini sesuai dengan apa yang difirmankan Alloh dalam Al-Quran sekitar 14 abad yang lalu.

Bagaimanapun juga, tetap ada sisi negatif dari The Da Vinci Code yang harus dikritisi. The Da Vinci Code adalah sebuah novel, sebuah karya fiksi. Ia tidak menghadirkan fakta kehidupan Yesus dengan kesungguhan dan cara yang terhormat. Ia memfiksikan sejarah kehidupannya, dengan begitu berarti ia telah merendahkan Nabi Alloh yang agung ini. Sedangkan Islam mengajarkan kita untuk menghadirkan sejarah kehidupan para nabi dengan cara yang mulia dan sepenuhnya otentik.

Abdulloh bin Amr meriwayatkan, Rosululloh-shollallohualaihiwasallam-bersabda:” Sampaikan (ajaranku) kepada manusia meskipun hanya satu ayat dan ceritakanlah dari Bani Isroil (yang sudah disampaikan kepadamu), karena itu tidaklah berdosa. Dan siapa saja yang menyampaikan kebohongan tentang saya secara sengaja, sungguh akan menempati tempatnya di Neraka”. [HR. Bukhori (56/667)].

[Diterjemahkan dari sebuah artikel yang berjudul The prophet Jesus Alaihissalam and The Da Vinci Code di majalah As-Sunnah Newsletter, Vol.2, Issue.11 yang ditulis oleh Muzammal H Siddiqi]

Catatan kaki:

  1. Muzammil H. Siddiqi , 2006, The prophet Jesus p and The Da Vinci Code, As-Sunnah Newsletter, Vol.2, Issue.11
  2. Vitruvian Man adalah lukisan tangan Leonardo Da Vinci sebagai penghargaan terhadap arsitektur Roma Vitruvius. Lukisan didasarkan atas korelasi antara proporsi manusia ideal dengan geometry. (http://en.wikipedia.org/wiki/Vitruvian_Man)
  3. Stefan Lovgren, 17 Mei, 2006, Who was Mary Magdalene?, National Geographic news, http://news.nationalgeographic.com/news/2004/02/0225_040225_davincicode.
  4. The Da Vinci Code, http://id.wikipedia.org/wiki/The_da_vinci_code, diakses 18 Maret 2013
  5. Holy Grail, http://www.crystalinks.com/holygrail.html, diakses 18 Maret 2013
  6. Gnostisisme merujuk kepada berbagai macam gerakan keagamaan yang beraliran sinkretisme (http://id.wikipedia.org/wiki/Gnostisisme)
  7. The Gospel of Philip. Terjemahan Wesley W. Isenberg, http://gnosis.org/naghamm/gop.html, diakses 18 Maret 2013
(Visited 73 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *