Pelopor Penerbangan: Penerbangan Abad ke-17 di Istanbul

Hari ini, perjalanan Kairo ke Mekkah ditempuh dalam waktu kurang dari dua jam adalah hal yang biasa. Akan tetapi, bagaimana ungkapan ini terdengar 200 tahun yang lalu?

Dapatkah manusia terbang di angkasa? Siapakah orang pertama yang mengudara sepanjang sejarah? Semua pertanyaan ini akan terjawab di sini.

Artikel ini akan mengajak anda jalan-jalan ke masa lalu untuk melihat kejadian-kejadian penting seputar sejarah penerbangan. Kencangkan sabuk pengaman anda, mari kita mulai petualangan.

Manusia prasejarah dahulu keheranan melihat makhluk-makhluk hidup yang dapat terbang dan pergi kemanapun tanpa hambatan seperti pegunungan yang tinggi. Ia heran bagaimana mereka bisa terbang sedangkan ia sendiri tak bisa lepas dari bumi.
Hampir semua bangsa dan peradaban menggambarkan makhluk-makhluk terbang dalam peninggalan artefak mereka.

Ya, di tahun 1898 para pakar arkeologi begitu terkejut saat menemukan “Burung Saqqara” Mesir kuno dengan Penyeimbang vertical (vertical stabilizer), sesuatu yang amat mengejutkan karena berlawanan dengan bentuk ekor horizontal burung. Dalam bidang ilmu Aerodina­mika, Penyeimbang Ver­tikal digunakan pada pesawat terbang, peluncur roket, perahu, dan mobil untuk mengurangi oleng dan membantu kestabilan bergerak lurus.

Sejauh ini tak satupun pakar arkeologi dan ahli sejarah Mesir tahu alasan kenapa penduduk Mesir kuno membuat Burung Saqqara dengan ekor aerodinamis tidak seperti ekor-ekor burung dalam keanekaragaman hayati di Mesir.

Terbang dalam Mitos

“Pandanglah langit, apakah kamu menemukan burung-burung (yang terbang)? Makhluk-makhluk ini yang Tuhan berikan kepada mereka rahasia terbang, jika kita mampu terbang seperti mereka, kita bi­sa lari dari penjara ini,” Daedalus berkata kepada anaknya Icarus.

Berdasarkan mitos Yunani kuno, Daedalus dan Icarus adalah pengrajin yang telah membangun labirin sebagaimana yang diperintahkan oleh seorang raja untuk memenjarakan Minotaur, sayangnya, raja itu malah memenjarakan mereka sebagai gantinya. Karena mereka menilai satu-satunya jalan melarikan diri adalah dengan terbang, Daedalus membuat sayap dari bulu dan lilin, kemudian ia mengajari Icarus cara terbang dan mengingatkannya jangan sampai matahari melelehkan lilin itu. (salah secara ilmiah)

Akhirnya keduanya berhasil melarikan diri dari penjara tetapi Icarus larut dalam kebebasan itu dan terus terbang tinggi sampai matahari melelehkan lilin itu dan ia celaka menemui ajalnya.

Hazarafen Ahmed Celebi dan Sejarah Penerbangan Antar Benua Pertama

Salah satu tuduhan (salah) paling kronis terhadap kekaisaran Utsmani adalah intelektualitas yang stagnan (tanpa kemajuan). Para pakar sejarah orientalis mengklaim bahwa kekaisaran Utsmani memandang sains dan agama dua hal yang eksklusif (tidak sejalan), tidak seperti dinasti muslim sebelumnya. Barangkali di beberapa periode dalam sejarah Utsmani ada benarnya, tetapi banyak contoh kemajuan ilmu pengetahuan dan intelektualitas di era kekaisaran Utsmani. Salah satu contoh yang menonjol adalah mempelopori usaha penerbangan berpenumpang yang dibuat oleh sepasang saudara pada tahun 1600an di Istanbul.

Ide manusia yang memiliki kemam­puan untuk melayang di udara adalah sesuatu yang menarik. Selama ribuan tahun, orang-orang dari semua penjuru dunia telah berupaya untuk melawan gravitasi dan membumbung tinggi ke udara layaknya burung. Abbas Ibnu Firnas, penemu muslim Spanyol dari abad ke-9 mencoba membuat pesawat layang tanpa-mesin di Cordoba pada tahun 800an dengan membuat sepasang sayap yang ditutupi bulu burung. Meskipun usahanya berhasil, ketikdakmampuannya mengurangi kece­patan saat pendaratan berubah menjadi bencana yang barangkali menjadi penghambat usaha penemuan lebih lanjut.

Di tahun 1600an, seorang laki-laki pemberani lainnya mencoba merengkuh kesuksesan yang mana Abbas Ibnu Firnas menemui kegagalannya. Hezarafen Ahmed Celebi adalah seorang polimatik (berwawasan luas) yang tinggal di Istanbul di masa kejayaan kekaisaran Utsmani. Di tahun 1630, ia membuat sepasang sayap layang yang bisa ditempelkan ke tubuhnya. Menurut penjelajah dan ahli sejarah Utsmani, Eyliya Celebi, Hezarafen melompat dari puncak Menara Galata di Istanbul dengan sayapnya dan melayang melewati selat Bhosphorus ke alun-alun Dogancilar-kira-kira berjarak 2 mil. Karena ketinggian menara yang berada di puncak bukit, Hazarafen memiliki ketinggian yang cukup untuk menjelajah selat Bhosphorus.
Karena selat Bhosphosur di Istanbul memisahkan benua Eropa dan Asia, penerbangan Ahmed Celebi bisa dianggap sebagai penerbangan manusia antar benua pertama dalam sejarah. Ia telah dianugerahi penghargaan koin emas atas keberhasilannya oleh Sultan Murad IV, akan tetapi kemudian diasingkan setelah sejumlah penasihat berhasil meyakinkannya bahwa Hezarafen adalah ancaman bagi kesultanan.

Penerbangan Roket Pertama

Bisa jadi terinspirasi keberhasilan Hazarafen Ahmed Celebi, saudaranya, Lagari Hassan Celebi juga mencoba melawan gravitasi dan mencapai angkasa. Di tahun 1633 ia membuat roket yang dibuat untuk dinaiki manusia. Roket itu didorong oleh 300 pounds bubuk mesiu. Menurut Eyliya Celebi, untuk merayakan kelahiran anak perempuan Sultan Murad, Lagari Celebi menguji roketnya di tepi laut Bhosphorus, dekat tempat tinggal Sultan, Istana Topkapi.

Setelah sejumlah asisten menya­lakan sumbu roketnya, Lagari membumbung ke udara kira-kira 300 meter. Saat roketnya kehabisan bahan bakar, ia membuka sepasang sayap yang dipasang ditubuhnya, dan dengan gagah berani melayang turun ke laut Bhosphorus, dan berenang ke tepi pantai. Seperti saudaranya, ia dianugerahi sekantong emas, dan juga dijadikan perwira kavaleri di kesatuan Sipahi di kekaisaran Utsmani. Ia meninggal tak lama setelah pertempuran di Krimea.

Diterjemahkan dengan penye­suaian dari artikel yang berjudul Pioneers of Aviation: 17th Century Flight in Istanbul dalam situs http://lostislamichistory.com/pioneers_of_aviation/ dan A Tour in Aviation History dalam situs http://www.onislam.net/english/health-and-science/science/464721-a-tour-in-aviation-history.html
(Visited 43 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *