7 Sahabat Kulit Hitam Paling Bersinar

Artikel ini menyoroti beberapa tokoh di awal sejarah islam yang berkulit hitam. Kata ‘hitam’ tidak terbatas pada bangsa Nubian1 dan Abisinian saja, melainkan juga bangsa Arab yang berkulit hitam dan coklat, yang di masa sekarang dipersepsikan sebagai ‘orang kulit hitam’ seperti orang-orang Sudan yang orang Arab tapi juga berkulit hitam.

1. Ummu Ayman-Roghiyallohuanha

Tokoh pertama yang bersinar adalah shohabiyah (wanita) Barokah, juga dikenal sebagai Ummu Ayman-Roghiyallohuanha . Ia adalah orang Abisinia dan hamba sahaya Abdulloh bin Abdul Mutholib, ayahanda Nabi-Shollallohualaihiwasallam

Ketika Aminah, ibunda Nabi-Shollallohualaihiwasallam , wafat, Ummu Ayman mengambil alih pengasuhan beliau. Ummu Ayman kemudian dimerdekakan saat pernikahan Nabi-Shollallohualaihiwasallam dengan Khodijah binti Khuwailid.

Ummu Ayman-Roghiyallohuanha termasuk salah seorang yang pertama masuk Islam dan mendapat siksaan dari kaum Quraish. Ia juga termasuk diantara yang berhijrah dari Mekkah ke Madinah.

2. Usamah bin Zaid-Roghiyallohuanhu

Usamah bin Zaid adalah salah seorang sahabat yang paling dicintai Nabi. Kedua orang tua Usamah bin Zaid, Zaid bin Haritsah (orang arab) dan Ummu Ayman (orang Etiopia) adalah hamba sahaya yang dimerdekakan oleh Nabi-Shollallohualaihiwasallam . Ia dilahirkan di Mekkah tujuh tahun menjelang Hijrah.

Usamah besar di rumah Rosululloh-Shollallohualaihiwasallam . Usamah kemudian dinikahkan oleh Nabi-Shollallohualaihiwasallam dengan Fatimah binti Qois, yang seorang Arab dari suku Quroish. Diriwayatkan saat menikah, Usamah berusia 15 tahun dan di cincinnya terukir tulisan “Kecintaan Rosululloh”

Saat remaja, Usamah dipilih oleh Nabi sebagai pimpinan tentara muslim dalam sebuah ekspedisi melawan bangsa Romawi di Syria. Beberapa sahabat marah atas pemilihan Usamah sebagai Jendral di atas para sahabat senior lainnya dari Quraish.

Nabi-Shollallohualaihiwasallam bersabda setelah memuji Alloh-Azzawajalla , “Wahai manusia! Telah sampai kepadaku berita bahwa diantara kalian ada yang marah karena saya memilih Usamah bin Zaid. Aku bersumpah atas nama Alloh sungguh ketaatan kalian kepada Usamah adalah ketaatan kepadaku sebagaimana mentaati orang tuanya sebelumnya.”

3. Saad Al-Aswad

Sa’ad Al-Aswad As-Sulami ter­masuk golongan Anshor dan men­dapatkan diskriminasi di Madinah. Karena rasa rendah diri, Saat bertanya kepada Nabi-Shollallohualaihiwasallam apakah ia bisa masuk Surga karena posisinya yang rendah diantara umat Islam. Nabi-Shollallohualaihiwasallam menjawab bahwa ia layak mendapatkan balasan sebagaimana muslim lainnya. Saad kemudian bertanya, jika ia memiliki kedudukan yang sama kenapa tidak ada satupun orang Arab yang mengijinkannya menikahi salah satu anak perempuan mereka.

Nabi n memerintahkan Saad untuk pergi ke rumah ‘Amr bin Wahab untuk meminang puterinya, Ibnu Wahab murka atas pinangan ini.
Ibnu Wahab juga berkata kepa­danya apakah ia tidak menyadari bahwa anak perempuannya dikenal sangat cantik!.

Ketika anak perempuan Ibnu Wahab mendengar ini, ia berkata pada ayahnya bahwa ia tidak dapat menolak pinangan yang datang atas saran Rosululloh-Shollallohualaihiwasallam !

Saad kemudian mati syahid da­lam sebuah pertempuran dimana diriwayatkan bahwa Nabi-Shollallohualaihiwasallam me­nangisinya sementara jasadnya ber­ada dalam pangkuannya.

4. Ammar bin Yasir

Salah seorang sahabat yang beberapa riwayat membicarakan keistimewaannya dalam hal loyalitas dan kepribadiannya adalah Ammar bin Yasir-Roghiyallohuanhu .

Ammar adalah salah seorang sahabat yang paling pertama masuk Islam dan secara rutin disiksa bersama keluarganya. Saat ia mendapat siksaan yang parah, ia berpura-pura kufur. Kemudian ia mendatangi Nabi-Shollallohualaihiwasallam sambil menangis mengatakan bahwa ia telah kufur secara lisan tapi hatinya tidak, kemudian Rosululloh-Shollallohualaihiwasallam menyeka air matanya dan membaca Al-Quran surat 16: 106,

Setelah mendapat banyak siksaan, Ammar bersama para saha­bat lain hijrah ke Abisinia mencari perlindungan dari seorang raja Nasrani yang adil meskipun Ibnu Ishaq menyangkal ia salah seorang sahabat yang berhijrah ke Abisinia. Bersama para sahabat lainnya, Ammar hijrah ke Madinah. Kemudian Ammar berpartisipasi dalam upaya melindungi komunitas muslim termasuk dalam perang Badar dan Uhud. Ia juga menjadi saksi dari Haji Wada. Akhirnya Ammar terbunuh syahid di perang Shiffin.

5. Mihja’

Salah seorang sahabat Nabi-Shollallohualaihiwasallam yang terkenal adalah Mihja’ bin Sholih-Roghiyallohuanhu . Mihja’ merupakan salah seorang pengikut awal di Mekkah, dan salah seorang sahabat yang hijrah ke Madinah karena Alloh-Azzawajalla.

Setelah hijrah, menurut At-Thobari dan lainnya, Mihja’ adalah yang pertama mati syahid dalam perang Badar.

6. Abu Dzar

Salah seorang sahabat yang mulia, yang dikenal kesetiannya dan peduli pada orang miskin adalah Abu Dzar-Roghiyallohuanhu .

Nama lengkap Abu Dzar adalah Jundab bin Junadah dari suku Ghifar.

Pada masa jahiliyyah, suku Ghifar dikenal karena kejahatannya dan konsumsi alkohol di samping menyembah berhala. Akan tetapi, Abu Dzar telah berpaling dari ini semua, bahkan sebelum masuk Islam.

Setelah melakukan pertemuan dengan Nabi-Shollallohualaihiwasallam , ia segera masuk Islam. Ia pergi ke Ka’bah dan secara terang-terangan mengumumkan keya­kinannya dimana ia mendapatkan pu­kulan dari suku Quraish. Ia mengulanginya di hari berikutnya dan lagi dipukuli oleh orang-orang Quraish. Setelah beberapa hari melakukan ini, Nabi-Shollallohualaihiwasallam menyuruhnya untuk kembali ke kaumnya, sehingga ia bisa menyampaikan pesan (Islam) kepada mereka.

Ia kemudian hijrah ke Madinah dan ikut serta dalam perang Badar dan ekspedisi lainnya bersama para sahabat.

7. Ayman, Penggembala

Salah seorang sahabat setia Nabi-Shollallohualaihiwasallam adalah Ayman bin Ubaid-Roghiyallohuanhu .

Nenek moyang Ayman adalah orang Abisinia melalui ibundanya. Ibundanya adalah Barakah sedang­kan ayahnya adalah Ubaid bin Zaid.

Ayman masuk Islam di Mekkah dan ikut serta dalam hijrah ke Madi­nah. Ia adalah seorang penggembala dan dipercaya Nabi-Shollallohualaihiwasallam untuk meng­gembala domba-domba beliau.

Ayman adalah partisipan dalam berbagai usaha mempertahankan Islam. Dalam perang Hunain, saat beberapa muslim panik, Ayman adalah salah satu dari delapan muslim yang berdiri membentengi Nabi-Shollallohualaihiwasallam . Akhirnya umat Islam mendapatkan kemenangan sedangkan Ayman sendiri mati syahid.

Setelah kematiannya, Abbas-Roghiyallohuanhu, salah seorang paman Nabi-Shollallohualaihiwasallam , adalah satu dari delapan orang yang membentengi Nabi-Shollallohualaihiwasallam bersama Ayman, merangkai syair yang memuji keteguhan dan keberanian Ayman.

 

Diterjemahkan dengan penye­suaian dari artikel berjudul “7 Luminous Black Companions of the Prophet” yang ditulis oleh Dawud Walid dalam situs http://www.onislam.net/english/culture-and-entertainment/history/484919-7-luminous-black-companions-of-the-prophet.html
(Visited 111 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *